Sebelum agama Islam masuk
*
Sebelum agama islam masuk ke pulau simeulue, penduduk yang mendiami
pulau ini hidup dalam bentuk persekutuan-persekutuan yang di pimpin oleh
kepala suku. Daerah yang didiami oleh penduduk disebut "BANO"
yaitu bano teupah, bano simulul, bano alang, bano sigulai dan bano
leukon. Masing-masing kepala suku mempunyai otonomi sendiri dan tidak
mempunyai hubungan dalam segi pemerintahan dan berjalan sendiri-sendiri.
*Setelah
agama islam masuk ke pulau simeulue pemerintah yang bersifat kesukuan
berubah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, yaitu Kerajaan teupah, Kerajaan
simulul, Kerajaan sigulai, Kerajaan leukon, dan kerajaan alang,
Masing-masing dipimpin oleh seorang raja yang disebut "BANGULU"
dan tunduk di bawah kekuasaan kesultanan aceh di Kuta Raja. pada masa
ini musyawarah sudah mulai ada, dimana raja-raja bersama kaum adat, kaum
agama, dan orang-orang tua kampung. Akhirnya pemerintahan ini lenyap
setelah masuknya Kolonial belanda di tanah rencong bumi Iskandar Muda.
MASA KOLONIAL BELANDA
Perang
aceh melawan pemerintah kolonial belanda tahun 1893-1904, sebagian
besar nanggroe aceh di kuasai. bersama dengan itu pula kerajaan
aceh/Kesultanan aceh dihapuskan dan diganti dengan Pemerintahan belanda
itu sendiri yaitu "Afdeeling Witskust Van Aceh" yang
dipimpin oleh seorang Guverneur. Pada tahun 1901 belanda menginjakkan
kakinya di pulau simeulue dan membentuk pemerintahan yang disebut "Onder Afdeeling Simeulue" berkedudukan di sinabang dipimpin oleh seorang "Controleur" Onder Afdeeling simeulue dibagi menjadi 5 landschop yaitu :
1. Landschop Tapah ibu negerinya Sinabang, dipimpin oleh Sutan Amin
2. Landschop Simeulul ibu negerinya Kampung Aie, dipimpin oleh T. Raja Mahmud
3. Landschop Salang ibu negerinya Nasreuhe, dipimpin oleh Datuk Mohd. Syawal
4. Landschop Sigulai ibu negerinya Lamamek, dipimpin oleh Datuk Mohd. Ali / Datuk Mohd. Tunai
5. Landschop Leukon ibu negerinya Leukon, dipimpin oleh Datuk Sukgam.
MASA PENDUDUKAN JEPANG
Kekalahan
belanda dalam perang Asia Timur Raya secara resmi tanggal 8 Maret 1942
menyerah tanpa syarat kepada jepang, maka pulau Simeulue sebagai salah
satu wilayah nusantara yang juga di kuasai belanda juga harus di
tinggalkan. Melalui negeri tapak tuan bala tentara jepang menyeberang
kepulau simeulue dipimpin oleh Letnan Hego.
Status pemerintahan diganti dengan bahasa jepang yaitu "Onder afdeeling simeulue" diganti dengan "Simeulue Gun", "Landschop" diganti "Son".
Adapun masing-masing Son adalah :
1. Tapah Son ibu negerinya Sinabang, dipimpin oleh Sutan Kemala / Sutan Amin / Sutan Bustami
2. Simeulu Son ibu negerinya Kampung Aie, dipimpin oleh T. Raja Mahmud / T. Raja Kahar
3. Salang Son ibu negerinya Nasreuhe, di pimpin oleh T. Hamzah
4. Sigulai Son ibu negerinya Lamamek, dipimpin oleh T. Mohd. Husin
5. Leukon Son ibu negerinya Leukon, dipimpin oleh T. Syamsudin.
Dalam rangka pertahanan militer Jepang di pulau simeulue, didirikan sebuah RESIMEN dengan beberapa Batalyon, yaitu :
> Sinabang Pusat pemerintahan simeulue Gun terdiri dari 4 batalyon
> Lasikin sebagai markas besar terdiri dari 4 batalyon
> Kampung Aie 1 batalyon
> Sibigo 1 kompi
> Labuhan bajau 1 kompi.
dalam
rangka memperkuat bala tentara jepang, mereka melatih para pemuda untuk
dididik menjadi militer yang tergabung dalam kesatuan Peta seperti
HEIHO, GYUGUN, KAYGUN, dan TOKO BETSU.
MASA KEMERDEKAAN
Berita
Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 baru di ketahui pada
tanggal 25 September 1945 (± 39 hari setelah kemerdekaan) lewat sebuah
teks proklamasi dikirim oleh Letnan Nasir dari tapak tuan melalui sebuah
perahu bernama "LENGGANG MANGAT", Teks
proklamasi tersebut dibacakan oleh R. Sumarto dan Abd. Wahab bertempat
di Busi Hai Koyo (kantin pemerintah jepang) di suka damai sinabang toko
Bintang Salur, dilanjutkan dengan pengibaran bendera oleh Sutan Ruswin
dan Aminul Bin Ilyas Badu Amu.
Status
pemerintahan simeulue dari simeulue Gun menjadi Kewedanan Simeulue
dengan ibu kotanya Sinabang, dipimpin Oleh T. Raja Mahmud. pembagian
dari 5 Son menjadi 3 Kecamatan yaitu :
1. Kecamatan simeulue timur ibu kotanya Sinabang, dipimpin oleh asisten wedana Sutan Bustami.
2. Kecamatan simeulue tengah ibu kotanya Kampung Aie, dipimpin oleh asisten wedana T. Raja kahar.
3. Kecamatan simeulue barat ibu kotanya Lamamek, dipimpin oleh asisten wedana Tgk. Ismail
Selanjutnya
pada tahun 1966 dimekarkan lagi 2 kecamatan sesuai dengan SK Gubernur
Aceh No. 175/1966 tanggal 2 september 1966 yaitu :
1. Kecamatan teupah selatan dengan ibu kotanya Labuhan bajau, dipimpin oleh asisten wedana Mohammad Amin.
2. Kecamatan salang ibu kotanya Nasreuhe, dipimpin oleh asisten wedana Muhammad Yusuf R.
Berdasarkan
Keputusan Presiden No. 22 tahun 1963 tanggal 25 oktober 1963 dan Surat
Menteri dalam Negeri No. PAM 7/6/18 tanggal 12 mei 1975 sebutan
kewedanan wilayah simeulue diubah menjadi Perwakilan kabupaten aceh
barat di sinabang dipimpin oleh seorang perwakab Tgk. Mohd. Rasyidin.
kemudian dengan UU No. 5 tahun 1975 tentang pokok pemerintahan di daerah
dan surat gubernur kepala daerah istimewa aceh No 1912/1.351 tanggal 23
agustus 1975, sebutan perwakilan kabupaten aceh barat diubah menjadi
pembantu Bupati Simeulue terdiri dari :
- 5 kecamatan
- 11 Kemukiman
- 72 Desa Definitif
- 7 Desa Non Definitif
KABUPATEN ADMINISTRATIF
Proses
Perjuangan melahirkan kabupaten simeulue mempunyai rentang waktu
sejarah yang sangat panjang bila dilihat dari tahun 1957 smpai dengan
lahirnya "Peraturan pemerintah no. 53 tahun 1966 telah memakan waktu 39
tahun. secara kronologis sebagai berikut :
1.
Surat " Kongres Rakyat Kewedanan Simeulue" nomor 81/KRKS/1957 tanggal 4
juli 1957. Hal putusan kongres rakyat kewedanan simeulue karena
kesulitan perhubungan dan lain-lain sehingga rakyat simeulue mendesak
perubahan status kewedanan simeulue menjadi Kabupaten (Daerah Otonom
tingkat II), Karena dengan beroleh status tersebut pemerintahnya lebih
dinamis dan otomatis serta sistimatis dapat melangkah maju kedepan,
tidak hanya bersifat menunggu saja dari kabupaten aceh barat di
meulaboh sebagaimana sekarang (dikutip dari surat panitia konggres
rakyat simeulue yang di tanda tangani oleh Tgk. Adnan dan M. Arsin).
2.
Surat panitia tetap Konggres rakyat simeulue nomor 25/PTKRS/1959,
tanggal 4 September 1959. Prihal tuntutan rakyat simeulue mengenai
kewedanan simeulue dirubah menjadi otonomi tingkat II. Surat ini di
tujukan kepada ; 1. Ketua DPRD Swantara tingkat I Propinsi daerah
istimewa aceh, 2. Panitia peninjauan status otonomi daerah di Kuta
Radja (dikutip dari surat panitia tetap Konggres rakyat simeulue S.T.
Ruswin dan M. Arsin).
3.
Surat DPR-GR Prop. daerah istimewa aceh nomor :B-13/0574/DPR-GR/66
tanggal 1 juli 1966 tentang penambahan daerah tingkat II dalam daerah
istimewa aceh yang termasuk Simeulue yang di tujukan Kepada : 1. Yang
mulia Menteri dalam Negeri, 2. Komisi B DPR RI di Jakarta.
(ditandatangani oleh ketua DPR-GR Propinsi daerah istimewa aceh, Drs.
Marzuki Nyakman).
4.
Surat bupati kepala daerah kabupaten aceh barat kepada Gubernur Kepala
daerah propinsi daerah istimewa aceh, Nomor 1874/I/1966 tanggal 5 juli
1966 tentang usul pemekaran wilayah simeulue menjadi kabupaten simeulue
(ditanda tangani oleh A.K. Abdullah, Mayor Infanteri).
5.
Keputusan DPR-GR Kabupaten aceh barat tanggal 10 Nopember 1968, Nomor
7/KPTS/1968, yang menyetujui pembentukan bekas kewedanan Simeulue
menjadi daerah perwakilan Kab. Aceh barat dalam rangka persiapan menuju
kearah terbentuknya daerah tingkat II kabupaten simeulue yang
berkedudukan di sinabang (Ditanda tangani oleh T. Al amin Khan dan Abdul
Karim)
6.
Laporan dan penjelasan Gubernur kepala daerah propinsi daerah Istimewa
Aceh tentang pemekaran daerah tingkat II dalam propinsi daerah istimewa
aceh pada sidang kedua DPR-GR Prop. D.I Aceh tahun 1968 tentang ide
untuk menambah daerah tingkat II dalam lingkungan Prop. D.I Aceh dari 7
Kabupaten direncanakan menjadi 15 Kabupaten dan dari 1 Kotamadya
direncanakan menjadi 4 Kotamadya, dimana telah di usulkan sesuai dengan
Urgensinya bahwa penambahan itu dilakukan fase demi fase dan seluruhnya
akan selesai dalam jangka 15 tahun (1960-1975). Dimana pada urutan ke 11
adalah mutiara Aceh (Simeulue). (dikutip dari laporan Gubernur Aceh A.
Muzakir Walad).
7.
Keputusan DPR-GR nomor 10/DPR-GR/1969, tanggal 15 juni 1969, tentang
peningkatan daerah-daerah bekas kewedanan yaitu : Simeulue, Bireuen, dan
Tapak Tuan menjadi perwakilan kabupaten meliputi Perwakilan Aceh barat,
Aceh utara dan Aceh selatan. (ditanda tangani oleh M. Yasin, Sofyan
Hamzah, T.I. El Hakymi, SH dan Said Hasan Baabut).
8.
Surat DPD Golkar kabupaten aceh barat Nomor R.13/GK/III/1986 tanggal 25
Maret 1986 tentang perhatin khusus pembangunan Pulau Simeulue yang di
tujukan kepada bapak ketua Umum DPP Golkar di Jakarta (ditanda tangani
oleh T. Bustami P. dan Ridwan Nyak Ben, BA).
9.
Keputusan DPRD tingkat II kabupaten aceh barat Nomor 3/SK/DPRD/1990
tanggal 27 Desember 1990. tentang laporan hasil peninjauan Panitia
Khusus I tahun 1990 DPRD tingkat II aceh barat mengenai peningkatan
status Pulau Simeulue Menjadi daerah tingkat II (ditanda tangani oleh
Ketua T. Bustami. P).
10.
Keputusan pimpinan DPRD Prop. D.I Aceh nomor 13/1991, tanggal 29 Mei
1991 tentang peningkatan status wilayah pembantu Bupati simeulue menjadi
kabupaten daerah tingkat II. (ditanda tangani Oleh ketua H.Achmad
Amins).
11.
Surat Gubernur kepala daerah Prop. D.I Aceh nomor 135/15759/1991,
tanggal 31 juli 1991 yang di tujukan kepada mendagri Up. Dirjen PUOD di
Jakarta, tentang usul peningkatan status Pemerintahan Wilayah kerja
pembantu Bupati simeulue Kabupaten Aceh barat menjadi Kabupaten Dati II
Simeulue. (ditanda tangani oleh Gubernur Aceh. Bapak Ibrahim Hasan).
12.
Surat pembantu Bupati wilayah simeulue Nomor 135/2312/1995 tanggal 24
oktober 1995, di tujukan kepada gubernur kepala daerah Prop. D.I. Aceh
di Banda Aceh dan bupati kepala daerah tingkat II Aceh barat di Meulaboh
tentang peningkatan status wilayah kerja Pembantu Bupati Simeulue.
(ditanda tangani oleh Drs. Muhammad Amin).
13.
Surat gubernur kepala D.I. Aceh nomor 135/23514/1995, tanggal 15
desember 1995 yang ditujukan kepada menteri dalam negeri di jakarta
tentang usul peningkatan status pemerintahan Wilayah kerja pembantu
bupati Aceh barat wilayah simeulue (ditanda tangani oleh Prof. Dr.
Syamsudin Mahmud.
Selain
surat-surat di atas juga para tokoh Masyarakat setiap kunjungan Pejabat
ke wilayah Simeulue tetap menyampaikan aspirasi peningkatan status
wilayah Simeulue menjadi kabupaten. demikian juga Ibukota kabupaten aceh
barat di meuulaboh, aspirasi ini juga di sampaikan termasuk pada waktu
kunjungan Ketua DPP Golkar, Bung H. Harmoko.
Perkembangan
selanjutnya setelah Drs. Muhammad Amin dilantik menjadi pembantu bupati
yang terakhir, di mana upaya peningkatan status ini mendapat dukungan
yang lebih positf. hal ini terbukti pada maret 1995 Gubernur aceh
menurunkan Tim Pemuktahiran data ke simeulue.
KABUPATEN OTONOMI SIMEULUE
Perjuangan
terus di lanjutkan, harapan telah mulai nampak, anak negeri bahu
membahu bekerja keras, cucuran keringat serta sumbangsih terus menyatu
menjadi semangat kebersamaan anak Simeulue dimanapun ia berada. Rahmat
Allah SWT tiba dengan lahirnya UU Nomor 48 tahun 1999 tentang
pembentukan kabupaten Simeulue dan Bireuen tanggal 12 oktober 1999,
diresmikan oleh menteri dalam negeri Ad Interim Faisal Tanjung di
Departemen dalam negeri Jakarta. adapun yang hadir pada acara tersebut
adalah :
1. T.M. Yusuf Bupati Simeulue
2. Drs. Syafii Agus Kakansospol
3. Azharudin Agur, S.Pd. Ketua DPD II Partai Golkar
4. T.M Hasbi Ketua PAN
5. Umar Darwis Ketua PPP
6. Rasyidinsyah Ketua PDI P.
7. T. Satri Mandala Tolong Masyarakat
Dalam
rangka melengkapi sebuah kabupaten perlu segera pembentukan DPRD
Kabupaten Simeulue. Oleh karena itu Partai-partai politik berjuang
menghadap Mendagri, DPR-RI untuk pembentukan DPRD Kabupaten Simeulue.
Dalam uraian ini sekilas di jelaskan bagaimana proses terbentuknya DPRD
kabupaten simeulue. diawali tanggal 12 april 2000, atas koordinasi 16
Partai politik peserta PEMILU 1999 dan KNPI kabupaten Simeulue membuat
surat yang di tujukan kepada :
1. Menteri dalam negeri
2. Menteri negara urusan otonomi daerah
3. Gubernur propinsi daerah istimewa aceh
BUDAYA SIMEULUE
Sosial
budaya masyarakat Simeulue menganut sistem Patrinial, artinya keturunan
dari garis keturunan ayah, jika ibu meninggal maka yang bertanggung
jawab terhadap anak adalah ayah. Tetapi jika ayah yang meninggal, maka
yang bertanggung jawab wali pihak ayah. Yaitu saudara kandung laki-laki
yang di sebut AMAREHET. namun saudara laki-laki pihak ibu disebut LAULU,
juga mempunyai peran tersendiri terhadap anak terutama pada saatnya
anak akan berumah tangga.
Upacara
pernikahan dalam adat simeulue tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah
yang lain di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan upacara setelah
kematian seorang ayah yang meninggal dan anak dan istri akan di adakan
upacara yang disebut sarah papar, yaitu suatu upacara mencatat harta
bersama antara suami dan isteri, dilanjutkan dengan membicarakan sambung
tali atau ganti lapik. Dalam bahasa adat "Putui talui, batali-tali"
jika sambung tali tidak dilaksanakan, maka wali dari suami yang telah
meninggal dunia akan mengembalikan si isteri tersebut kepada walinya.
Dalam bahasa adat disebut "Putui karawang Rampung idung" namun demikian
apabila anak-anak sudah dewasa dan sanggup membiayai ibunya (Mak) dapat
meminta kembali kepada wali si ibu dengan upacara adat pula.
ADAT
Adat
adalah kebiasaan yang dibiasakan, kemudian berubah menjadi persyaratan,
peraturan dan ketentuan yang melembaga dalam masyrakat. Adapun adat
menurut masyarakat Aceh adala sebagai berikut :
1. Adat Tullah, ialah aturan atau ketentuan yang berdasarkan kitabullah (Al-Qur'an). Adat Tullah tidak boleh dirubah-rubah.
2. Adat Mahkamah ialah aturan dengan ketentuan yang dibuat mahkamah rakyat atau di putuskan oleh pemerintah yang resmi.
3. Adat Tunah ialah adat yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan harus sesuai dengan adat tullah dan adat mahkamah.
Di
kabupaten simeulue adat ini sangat berperan dalam masyarakat, terutatam
di desa-desa bahkan ada pelanggaran atau kecelakaan bahkan
pertengkaran, perkelahian dapat di selesaikan melalui adat sesuai
dengan tangga-tangganya, misalnya :
- Jika pelanggaran / masalah cukup menurut adat dengan 1 (satu) sirih belingkar (batil sirih)
- Dapat juga ditingkat dangan 1 (satu) buah sipulut atau nasi pulut selengkapnya.
- Hal-hal yang dianggap berat dengan 1 (satu) ekor kambing bahkan 1 (satu) ekor kerbau.
-
Kalau pelanggaran sampai adanya darah yang tertumpah dalam istilah
"Setitik darah, Sekunca darah" dibarengi dengan kain putih dan emas.
Dengan
contoh tersebut diatas dapat dipahami bahwa kekerabatan dan
persaudaraan dalam masyarakat simeulue melalui adat masih sangat relevan
dan membudaya karena masih dapat diselesaikan persoalan-persoalan dalam
masyarakat melalui hukum adat.
dalam
kehidupan kemasyarakatan baik perkawinan, pertanian, dan kehidupan
sosial lainnua peran adat sangat menentukan antara lain :
1. Peminangan
2. Pernikahan
3. Peresmian Perkawinan
4. Sarah Papar
5. Sunat Rasul (Khitan)
6. Maulaulu
7. Turun ke sawah
8. Kenduri Blang
9. Mendo'a Padi (shalawat)
10. Kenduri Laut. dll
kehidupan adat di Aceh diungkapkan secara puitis adalah :
Adat bak Po Teumeurohom
Hukom bak Syiah Kuala
Kanun bak Putroe Phang
Peusan bak Laksamana
Menyangkut
adat dipertegas dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun
2006 tentang pemerintahan Aceh, bab XIII pasal 98.
1.
Lembaga adat berfungsi dan berperan sebagai wahana partisipasi
masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan Aceh dan pemerintahan
kabupaten kota di bidang keamanan, ketentraman, kerukunan, ketertiban
masyarakat.
2. Penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan secara adat ditempuh melalui lembaga adat.
3. Lembaga adat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) meliputi :
a. Majelis adat
b. Imeum Mukim atau nama lain
c. Imeum cik atau nama lain
d. Keucik atau nama lain
e. Tuha peut atau nama lain
f. Tuha lapan atau nama lain
g. Imeum meunasah atau nama lain
h. Keujreun blang atau nama lain
i. Panglima laot atau nama lain
j. Pawag glee atau nama lain
k. Peutua seuneubok
l. Haria peukan atau nama lain
m. Syahbanda atau nama lain
BAHASA
Kabupaten simeulue yang terdiri dari 8 (delapan) kecamatan mempunyai 4 (empat) bahasa daerah yaitu :
1.
Bahasa Simeulue, terdiri dari dialek devayan, dengan wilayah penuturnya
kecamatan simeulue tengah, teluk dalam, simeulue timur, teupah selatan
dan teupah barat.
2. Bahasa Jamu, dengan wilayah penuturnya kota sinabang dan sekitarnya
3. Bahasa Sigulai dengan wilayah penuturnya kecamatan simeulue barat, alafan dan salang.
4. Bahasa Leukon, dengan wilayah penuturnya hanya leukon atau desa lafakha dan langi.
Bahasa-bahasa
tersebut digunakan sebagai alat komunikasi di wilayah penuturnya baik
sebagai bahasa ibu maupun sebagai bahasa dalam peradatan, misalnya
bahasa tetangkai pada waktu peminangan dan juga sebagai bahasa pengantar
pada permulaan belajar di kelas rendah (kelas 1 dan 2) di sekolah dasar
dan madrasah.
dalam
ceramah agama, kultum, khutbah Jum'at serta pengajian majelis taklim,
selain menggunakan bahasa arab juga menggunakan bahasa Indonesia, jarang
sekali menggunakan bahasa daerah.
Masyarakat
simeulue sebagian besar menguasai bahasa simeulue dan bahasa jamu,
karena bahasa tersebut digunakan di ibukota kabupaten dan sekitarnya.
sehingga masyarakat yang menggunakan bahasa sigulai dan leukon hampir
rata-rata bisa berbahasa simeulue dan bahasa jamu.
Selain
itu di kabupaten simeulue sebagian orang tua terutama kaum cendikiawan
dan para Pegawai Negeri Sipil di rumah tangga dengan anak-anaknya banyak
yang membiasakan memakai bahasa ibu atau bahasa Indonesia, dengan
demikian hampir 95 % orang-orang simeulue bisa berbahasa Indonesia.
(kalau saya sering berbahasa Inggris dan Prancis. xixixixi).
SENI
Kesenian
di kabupaten simeulue yang sangat mendasar yaitu Nandong dan Rafai
debus. kedua kesenian ini dimiliki seluruh wilayah di kabupaten dan
hampir rata-rata setiap para pemuda berupaya mempelaarinya. Penampilan
Nandong dan Rafai Debus hampir semua perhelatan/kenduri/pesta bahkan
menyambut tamu tetap ditampilkan. Kesenian nandong dengan pantunnya yang
sangat unik menggambarkan uraian perantauan, kasih, untung, nasehat dan
sebagainya. Pantun Nandong pada mulanya diubah dalam bahasa jamu.
misalnya :
Ala pandam palito kape
Ambikan minyak panyalonyo
Ala jauh jauh di lauik lape
Buikan surek panjapuiknyo
Selain itu juga berkembang pantun bahasa simeulue dan sigulai, misalnya :
Teen bilah - bilah mawi
Lametik asal mulone
Teen nitarin mawi
Man sakesih asal mulonyo
KESENIAN RAFAI DEBUS
Berbeda
dengan nandong, kesenian debus membutuhkan mantera-mantera atau
do'a-do'a besi yang harus di pelajari melalui orang-orang tua atau
khalifah. karena kesenian ini selain rafai sebagai alat bunyi-bunyiannya
juga menggunakan senjata tajam yaitu : Rencong, pisau, parang, rantai,
bambu bahkan mesin chainsaw yang ditikamkan atau dipukulkan ke
tubuh/badan, Insya Allah berkat do'a-do'a tadui benda-benda tajam tadi
bisa bengkok bahkan patah. Kesenian ini merupakan kebanggaan masyarakat
simeulue dalam setiap perhelatan seperti pesta kawin dan menyambut tamu,
zikir-zikir yang di ucapkan dalam mengiringi bunyi rafai dalam bahasa
aceh dan bernafaskan agama, Misalnya :
Di lasikin pasar bengkolan
Di sinabang mariam raya
Insya Allah mudah-mudahan
Tolong tuhan hawa binasa
Selain
itu ada kesenian lain sesuai dengan penduduk Simeulue dari berbagai
daerah yang sekaligus kesenian turut terbawa dan berkembang di simeulue
yaitu :
1. Tari andalas
2. Tari kuata deli/ Tanjung katung
3. Gelombang
4. Angguk
5. Rafai geleng.
CAGAR BUDAYA
Cagar
budaya adalah perlindungan untuk melestarikan benda-benda peninggalan
masa lalu yang memiliki nilai-nilai keagamaan. sejarah dan budaya, di
kabupaten Simeulue juga memiliki hal-hal tersebut di atas sebagaimana
daerah yang lain, karena Simeulue sebagai salah satu pulau di bumi
iskandar muda juga memiliki sejarah masuknya agama islam ke pulau
Simeulue.
adapun benda-benda budaya yang ada di simeulue, adalah :
1. Kuburan Tgk. Hailullah atau Tgk. Diujung yang yang terletak kuta padang kecamatan Simeulue Tengah.
2. Kuburan Tgk. Banurullah atau Tgk. Bakudo Batu di salur kecamatan teupah barat.
3. Qur'an tulis tangan pada Arbi Ahmad Salur.
TOKOH-TOKOH YANG BERPERAN PENTING
1. Tgk. Halilullah
Berbagai
sumber berkesimpulan islam pertama kali masuk ke pulau Simeulue di bawa
oleh seorang ulama yang diperintahkan oleh Sultan Aceh yaitu Tgk.
Halilullah, selanjutnya lebih dikenal Tgk. Diujung (nenek ujung) karena
ia dikebumikan di ujung Pulau Simeulue, yaitu di Teluk Simeulue Kuta
Padang kecamatan Simeulue Tengah. beliau dari Alkan Minangkabau Sumatera
Barat, beliau datang ke Serambi Mekkah atau Aceh dengan maksud hendak
menunaikan ibadah haji ke tanak suci Mekkah. bahwa pada waktu itu ia
bagi yang mau menunaikan ibadah haji, terlebih dahulu menyempurnakan
Ilmunya di aceh baru bertolak ke mekkah. dari peristiwa seperti orang
menamakan Aceh serambi mekkah. di masa kerajaan Islam aceh merupakan
negara islam yang termaju di kawasan Asia tenggara, aceh merupakan
rujukan umat islam di kawasan ini. bila ada kesulitan-kesulitan di
bidang agama akan merujuk ke aceh.
Sultan
aceh meminta Tgk. Halilullah untuk menunda niatnya menunaikan ibadah
haji, karana sultan ingin memberikan tugas berat, tetapi sangat suci,
yaitu pergi kepulau simeulue atau waktu itu disebut Pulau 'U' untuk
mengislamkan penduduk pulau 'U' tersebut.
Sebagai
guidance atau petunjuk jalan ke pulau simeulue (U) oleh Sultan
mengawinkan Tgk. Halilullah dengan gadis asal pulau (U) yang pada waktu
itu berada di istana Sultan yang bernama Putri Simeulue (Simelur).
Simelur seorang putri yang cantik jelita, rupawan serta berparas dan
berbudi pekerti yang elok, berpenampilan muslimah. sehingga tawaran sang
Sultan diterima dengan senang hati oleh Tgk. Halilullah.
Dalam
perjalanan sejarah berikutnya, bahwa Halilullah bersama isterinya Putri
Melur yang cantik terdampar di Pulau Harapan, penghujung barat pulau
Simeulue. selanjutnya mendarat ke teluk simeulue kuta padang kampung
kelahiran isterinya Puteri simeulue. Dari daerah kuta padang ini (Teluk
Simeulue) Tgk. Halilullah bersama isterinya mengembangkan dan
mengajarkan agama islam ke seluruh Simeulue walau daerah salur juga ada
Tgk. Bakudo Batu.
2. Tgk. Banurullah
Tgk.
Banurullah atau nama lain Si Bakudo Batu berasal dari pulau nias atau
gunung sitoli yang namanya sebelum masuk islam bernama "Gafaleta".
adapun alkisah Tgk. banurullah atau si bakudo batu adalah sebagai
berikut.
bahwa
di masa kerajaan aceh di bawah pemerintahan sultan iskandar muda dengan
panglimanya seorang wanita yang sangat terkenal yaitu Laksamana
Malahayati yang dapat menaklukkan beberapa daerah/kerajaan yaitu Pahang
(1617), Perak (1620), Pariaman, Nias (1624). tak kalah menaklukkan pulau
nias sekaligus mengembangkan agama islam, gafaleta sebagai kepala suku
yang telah memeluk agama Islam dan beberapa tahun kemudian bersama para
pengikutnya timbul keinginan untuk memperdalam agama islam ke kerajaan
aceh yang disebut Serambi mekkah. dalam perjalanan, mereka terdampar di
pulau teupah, tepatnya di sawang banyak (Ulul Sefel), sekarang kebun
kelapa alm. Dt. Nyak Lamu kakeknya alm. Azharudin Agur.
setelah
itu beliau menuju ke salur yang menurut anggapan beliay disitu ia akan
memperdalam agama islam. tetapi kenyataan lain, dimana penduduknya
bahkan masih mante atau belum beragama. Para mante-mante ini dibujuk dan
diajak pertama bercocok tanam seterusnya diajarkan agama dan kesenian
yang bernuansa agama. setelah mereka memeluk agama islam dengan baik dan
sudah dapat menikmati hasil karya mereka bercocok tanam. dibangun
sebuah masjid yang sederhanda dan kemudian dikenal dengan masjid Salur
sebagai masjid tertua di daerah ini. Tgk. banurullah yang berarti banu dalam bahasa gunung sitoli (NIAS) adalah tempat atau kampung. sedangkan rullah adalah diridhai Allah SWT.
Sebelum
Ia meninggal dunia, beliau meminta para pengikutnya agar beliau setelah
wafat nanti dimakamkan di atas gunung batu. (batu besar) yang tidak
jauh dari lokasi masjid. mendengar ucapan beliau para pengikutnya
bertanya, "bagaimana kami bisa menggali kuburan tengku.? lalu tgk.
banurullah menjawab "nanti ambil sisa air mandi jenazah saya dan
siramkan ke batu besar tersebut, Insya Allah para sahabatku akan mampu
menggali kuburanku dan membuat liang lahat yang baik untukku.
dan
akhirnya kenyataannya memang demikian, maka sewaktu beliau meninggal
dunia tepat pada hari Jum'at di kuburkan diatas batu besar di bawah
sebatang pohon yang rindang (pohon beringin). dan disitulah tgk.
banurullah disebut juga sebagai Tgk. bakudo batu.
3. Qur'an tulis tangan
Salah
satu yang di bawa tgk. banurullah dari kampung halamannya adalah sebuah
Qur'an tulis tangan , sebagai bekal belajar agama islam ke tanah Aceh
Serambi Mekkah. ternyata Qur'an ini sebelum memiliki Qur'an kitab suci
umat islam yang dicetak seperti saat ini, itulah satu-satunya sumber
pembahasan dalam mempelajari agama islam.
dan sampai saat ini Qur'an tersebut masih ada. dan sering di jadikan pameran koleksi MTQ berlangsung. adapun Qur'an t
ersebut
tersimpan rapi secara turun temurun dari datuk Sagi Muhammaddan Dar.
kepada anaknya Ali muhammad dan seterusnya kepada cucunya Arbi Ahmad
mantan kepala desa salur.
Pada pekan kebudayaan aceh tahun 2009, di
banda aceh, saya sempat mengambil foto Qur'an tersebut.
HAL-HAL YANG DIANGGAP TABU/PANTANG DALAM MASYARAKAT SIMEULUE
1. Aduraik mangan tuafa mahalo-halo matan sinuk
>Tidak boleh makan kiriman yang di bawa, nanti siku akan berkudis.
2. Aduraik tumataeng ektedak bantal male lenca ek lamang
>Tidak boleh duduk diatas bantal nanti akan berbisul
3. Aduraik tumataeng-taeng ekdetak airan rusak ahai bak belang
>Tidak boleh duduk-duduk diatas tangga, rusak padi disawah
4. Aduraik mangentuk anak alek seduk siuk afalea lutung
>Tidak boleh memukul anak dengan sendok nanti dia menjadi monyet.
5. Aduraik masirangkul alek ahi sillafai siuk tubebes
>Tidak boleh saling melempar dengan saudara perempuan nanti sakit mata.
6. Aduraik mansibuha ata senga betunangan siuk singkek umorda
>Tidak boleh bertemu orang yang sedang bertunangan nanti umurnya menjadi pendek.
7. Aduraik malukluran antek adu mamahai lapek kaok siuk adu mansifuha dok yaumil mahsyar.
>Tidak boleh memberikan telur pada orang tanpa pakai alas tangan nanti tidak bertemu di yaumil mahsyar.
8. Aduraik malangkahi tai manok ata senga beteng besunat siuk lalai mato
>Tidak boleh melangkahi taik ayam bagi orang yang bersunat nanti lama baru sembuh.
9. Aduraik mangan konci siuk hawelmo mali olol
>Tidak boleh makan kerak nasi nanti pesta perkawinannya hujan
10. Aduraik tumataeng etak alingka siuk mafok mek lor
>Tidak boleh duduk di atas niru nanti sewaktu pergi ke laut mabuk.
11. Aduraik mangansiluli ahui mahalo-halo befelmo
>Tidak boleh meludahi api karena bibir akan berkudis.
12. Aduraik mangiyup sangkodo awak ahai siuk besang edeng
>Tidak boleh meniup sangkodo batang padi nanti datang babi.
13. Aduraik mangalemotan ata singa mae mantoi adurapek araseki
>Tidak boleh mengatakan yang bukan-bukan kepada orang yang mau melaut nanti tidak dapat rezeki.
14. Aduraik ata singa afeselan mamimilai siuk niafen anak
>Tidak boleh makan tidak beraturan bagi orang yang hamil karena akan diikuti oleh anaknya.
15. Aduraik mangelok rumbio waktu lufuk siuk kurang batokne
>Tidak boleh menebang rumbia waktu pasang karena sagunya berkurang.
16. Aduraik manuhuk-nuhuk alek lihai waktu magrib siuk ena mata mot
>Tidak boleh melempar/menombak dengan lidi waktu magrib nanti kena mata setan.
17. Aduraik malelek andok ek lenggel afeteng ek awak isin lumane
>Tidak boleh melilit handuk di leher pada waktu istri sedang hamil.
18. Aduraik lebak-lebak siuk afale o boya
>Tidak bole telungkup nanti jadi buaya
19. Aduraik mangan merek-merek ado masisi dala mek kae
>Tidak boleh makan sambil tidur-tiduran karena tidak menyerap darah ke kaki
20. Deiyak manangkung gambatu manga uge mangande-ngande yu dakhuk ekhi.
>Jangan mangangkat piring sedang makan diatas telapak tangan mengharapkan yang tidak baik/musibah.
21. Deiyak malilit-lilit bekhak/salendang khanogu tobebe nogu khakandungan
>Jangan melilit-lilitkan kain/selendang di leher nanti terikat anak dalam kandungan.
22. Deiyak uar-uar buduhu buteng manda'u-da'u ganjir dodono yu ni kandung
>Jangan mengurai-nguraikan rambut sewaktu lagi hamil nanti nakal anak yang sedang di kandung.
23. Deiyak maningkung-ningkung fa matam bilik afekhe ilon enuk lahir nono
>Jangan menyumbu/pulang balik di pintu. nanti susah waktu melahirkan.
24. Deiyak mangatulumi bantan. mefua-fua punggung
>Jangan menduduki bantal, nanti pantat berbisul.
25. Deiyak tatauk fa mata bilik enuk dapek ege ifafalu.
>Jangan duduk di depan pintu, nanti dapat jodoh janda/duda
26. Deiyak manga mofane-fane metai-tai nono mo
>Jangan makan sambil berjalan berak-berak anakmu.
27. Deiyak mangatalumi dina'u abua dina'u
>Jangan menduduki beban. nanti semakin berat beban yang di pikul
28. Deiyak kiru mamasang parabung nohe akhala itotoi nangi
>Jangan berebut memasang bubungan rumah. nanti cepat di terbangkan angin.
29. Deiyak molobe khadiu akhala ietai bubuk
>Jangan menebang di waktu lagi hujan. cepat dimakan bubuk.
30. Deiyak manga berpindah-pindah uguya dunga.
>Jangan makan berpindah-pindah nanti banyak istri.
31. Deiyak tatauk khanilu angalifuk mamoti
>Jangan duduk didalam niru/tampah nanti mabuk sewaktu berlayar.
32. Deiyak makholok-kholok lada'u-da'u nata dunga
>Jangan mengambil-ngambil makanan orang yang sedang makan. nanti diambil orang istri.
PENUTUP
Dalam
rangka memperkenalkan Simeulue di nusantara ini perlu adanya berbbagai
tulisan atau karya ilmiah khusus Simeulue. tentu hal ini akan menjadi
tugas anak negeri ini untuk berbuat.
Banyak
orang tahu tentang simeulue hanya saja belum terungkap dalam dunia
tulis menulis. Kejadian smong (Tsunami) tanggal 4 Januari 1907 tepat di
hari Jum'at yang dituturkan dari mulut ke mulut secara turun temurun
merupakan pengalaman besar bagi masyarakat Simeulue, bahwa kejadian
tersebut pada hari jum'at sekitar 10.00 wib terjadi Linon (Gempa)
berulang-ulang yang getarannya hanya satu kali yang paling kuat. tetapi
waktu itu belum ada badan meteorologi yang dapat mengetahui berapa
kekuatan gempa.
Selanjutnya
air laut surut, maka pada waktu itu penduduk mengumpulkan ikan yang
terdampat di pantai, tak lama kemudian air menggelembung bagai gunung
lalu melanda seluruh daratan di pulau simeulue.
Penduduk
simeulue yang selamat pada waktu itu sangat sedikit sekali. bahkan
lebih kurang dari bilangan ratusan. Barangkali inilah penyebabnya
penduduk simeulue dalam kurun waktu 1 abad baru berjumlah 82.000 jiwa.
apa yang terjadi pada smong tahun 1907 menjadi guru yang sangat berharga bagi masyarakat simeulue.
sehingga
Tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam yang terjadi pada tanggal
26 Desember 2004 tepat di hari minggu pukul 08.15 wib yang juga melanda
wilayah kabupaten simeulue tidak banyak memakan korban jiwa. Disinilah
kita melihat peran sejarah yang mengungkapkan peristiwa masa lalu
sebagai guru yang sangat berharga di masa kini.
Daftar Pustaka
Azharudin agur, 1996. Bunga Rampai Simeulue. Banda Aceh: Aneuk Mentua.
Arsin rustam, 2007. Simeulue menapak jalan hutan belantara.
Nasarudin, 1995. Benda cagar budaya.
Muhammad Umar, 2002. Darah dan jiwa aceh.
Amiruddin, 2006. Aceh dan serambi mekkah.
KOPI PASTE NI, jangan ambil kopi pasti punya orang. nakpulau.multiply.com
BalasHapusluar biasa memang Kab Simeulue, saya bangga menjadi anak Simeulue :(
BalasHapussaya bangga jadi anak pulau simeulue,tak penting apa kata
BalasHapusorang>yang terpenting bagi saya pulau simeulue adalah tanah kelahiran nenek moyang saya..!
saya bangga jadi anak pulau simeulue,tak penting apa kata
BalasHapusorang>yang terpenting bagi saya pulau simeulue adalah tanah kelahiran nenek moyang saya..!
Simelue timur.tepat nya sinabang.jl pahlawan desa suka karya tanah kelahiran ku...ambo cinto simeulue
BalasHapus.h h h
I LOVE SIMEULUE ISLAND
BalasHapussimeulue memang patut di juluki sebagai simeulue ate fulawan(simeulue bergati emas)
I LOVE SIMEULU
BalasHapusSMOGA SIMEULUE KEDEPAN NYA SEMAKIN MAJU,,,, Aiiiiiiiiiiiiiin
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSalut buat penulis,tapi sedikit saja comen pran pembantu Bupati Pak Adriman dimana kok Aden ere.heheh
BalasHapusSalut buat penulis,tapi sedikit saja comen pran pembantu Bupati Pak Adriman dimana kok Aden ere.heheh
BalasHapusSaya bangga menjadi anak simeulue.
BalasHapusterima kasih komentnya bg, mohon masukan agar lebik baik kedepannya
Hapussaya bangga jadi anak simeulue.
BalasHapuskarena simeulue kaya akan keindahan alam dan rempah remp
ah nya.
Simeulue berhati emas ibarat mutiara didalam kerang..
BalasHapusSangat berharga tapi banyak yang tidak tahu.
"Sienga"